Welcome Myspace Comments

Rabu, 02 November 2011

Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, seni bisa dituangkan dalam bentuk yang bermacam-macam, terutama yang berkaitan dengan grafis. Corel Draw tentunya sudah tidak asing ditelinga kita saat ini, Corel Draw adalah software aplikasi pengolah gambar vektor bisa dibilang perangkat lunak untuk membuat gambar vektor, software ini merupakan salah satu produk dari Corel Corporation, perusahaan pembuat perangkat lunak komputer yang didirikan pada tahun 1985 di Ottawa Kanada. Corel Draw sangat laris dipasaran dan banyak digunakan untuk membuat desain grafis yang bagus,

mungkin corel sudah sangat familiar bagi desainer-desainer saat ini tapi apakah mereka atau bahkan anda tahu siapa penemu Corel Draw.....

Dialah Michael Cowpland lahir pada tanggal 23 tahun 1943, menerima gelar teknik Bsc dari Imperial College di London kemudian pada tahun 1964 pindah ke Kanada lalu menyelesaikan pendidikan masternya pada tahun 1968 dan akhirnya mendapat gelar Ph.D. dari Universitas Carleton Ottawa pada tahun 1973. Dia adalah salah satu Entrepreneurdari Kanada , businessman, dan pendiri dari Corel, dia cikal bakal yang melakukan research laboratory ("Corel" kepanjangan dari "Cowpland Research Laboratory"). Perusahaan ini melesat sangat cepat begitu produk CorelDraw muncul dipasaran, dan menjadi perusahaan software terbesar di Kanada.

pembuatan jaringan WLAN menggunkan sofware paket tracket 5.2

Semuanya sudah mengenal software Paket Tracer kan? Paket Tracer adalah software buatan cisco yang digunakan untuk membuat jaringan komputer secara virtual, jadi tidak perlu takut jika terjadi collision atau tabrakan data yang bisa menyebabkan jaringan menjadi down dan akhirnya alat seperti router atau switch atau pc bisa mengalami kerusakan. Bagi yang belum mempunyai software Paket Tracer, silahkan download di sini.
Di bawah ini akan saya jelaskan cara membuat jaringan WAN (Wide Area Network) di dalam software Paket Tracer 5.2. Semoga dapat diambil ilmunya.
1. Buka program paket tracer yang sebelumnya sudah terinstall di komputer anda. Tampilannya akan sbb :
2. Letakkan alat yang akan anda gunakan (Server, PC, switch/hub dan router) dengan memilihnya pada pojok kiri bawah lalu letakkan di lembar kerja, kemudian hubungkan dengan kabel straight.
3. Karena kita akan membuat rancangan jaringan wan, maka kita akan gunakan router. Pilih tipe router yang akan kita gunakan,  kemudian letakkan di lembar kerja.
 4. Karena kita akan menyambungkan 4 subnetwork jaringan, maka kita akan menggunakan 3 router.
5. Hubungkan router dengan switch menggunakan kabel straight.
6. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi PC. Klik salah satu PC, akan muncul gambar berikut.
7. Pilih IP Configuration, isi dengan IP berikut : Ip Address : 192.168.0.4, Subnet mask : 255.255.255.0, dan default gateway : 192.168.0.1.
Isi dengan IP berikut :
PC 1 : 192.168.0.5 Subnet mask : 255.255.255.0, dan default gateway : 192.168.0.1.
PC 2 : 172.16.0.4 Subnet mask : 255.255.0.0, dan default gateway : 172.16.0.1.
PC 3 : 172.16.0.3 Subnet mask : 255.255.0.0, dan default gateway : 172.16.0.1.
PC 4 : 10.0.0.4 Subnet mask : 255.0.0.0, dan default gateway : 10.0.0.1.
PC 5 : 10.0.0.3 Subnet mask : 255.0.0.0, dan default gateway : 10.0.0.1.
PC 6 : 1.0.0.2 Subnet mask : 255.0.0.0, dan default gateway : 1.0.0.1.
PC 7 : 1.0.0.4 Subnet mask : 255.0.0.0, dan default gateway : 10.0.0.1.
8. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi router, klik router 0, pilih config lalu pilih fast Ethernet0/0 maka akan muncul gambar berikut.
9. Isi dengan default gateway atau IP lain tergantung dimana letak router tersebut dalam jaringan. Jangan lupa klik port status agar port ethernet menyala.
Isi dengan IP berikut :
Router 0
Fast Ethernet0/0 : IP Address 192.168.0.1, Subnet Mask : 255.255.255.0 Fast Ethernet1/0 : IP Address 172.16.0.1, Subnet Mask : 255.255.0.0
Router 1
Fast Ethernet0/0 : IP Address 172.16.0.254, Subnet Mask : 255.255.0.0 Fast Ethernet1/0 : IP Address 10.0.0.254, Subnet Mask : 255.0.0.0
Router 2
Fast Ethernet0/0 : IP Address 10.0.0.1, Subnet Mask : 255.0.0.0 Fast Ethernet1/0 : IP Address 1.0.0.1, Subnet Mask : 255.0.0.0
10. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi routing table. Yaitu kita akan mengatur rute data yang akan lewat menuju ke suatu network. Klik salah satu router, klik config lalu pilih static.
Lalu isi tab network(network tujuan), mask(netmask tujuan), dan next hop(ip address yang akan dilewati data). Isi alamat dari pertama data itu berangkat hingga sampai tujuan. Lakukan di semua router.
Router 0
NetworkMaskNext Hop
10.0.0.0255.0.0.0172.16.0.254
10.0.0.0255.0.0.010.0.0.254
10.0.0.0255.0.0.010.0.0.1
1.0.0.0255.0.0.0172.16.0.254
1.0.0.0255.0.0.010.0.0.254
1.0.0.0255.0.0.010.0.0.1
1.0.0.0255.0.0.01.0.0.1
Router 1
NetworkMaskNext Hop
1.0.0.0255.0.0.010.0.0.1
1.0.0.0255.0.0.01.0.0.1
10.0.0.0255.0.0.010.0.0.1
172.16.0.0255.255.0.0172.16.0.1
192.168.0.0255.255.255.0172.16.0.1
192.168.0.0255.255.255.0192.168.0.1
Router 2
NetworkMaskNext Hop
172.16.0.0255.255.0.010.0.0.254
172.16.0.0255.255.0.0172.16.0.254
172.16.0.0255.255.0.0172.16.0.1
192.168.0.0255.255.255.010.0.0.254
192.168.0.0255.255.255.0172.16.0.254
192.168.0.0255.255.255.0172.16.0.1
192.168.0.0255.255.255.0192.168.0.
11. Sekarang coba lakukan perintah ping pada salah satu komputer menuju komputer sesama network. Klik PC 0, klik command prompt. Lalu ketik ping 192.168.0.5. Jika ada balasan seperti
Reply from 192.168.0.5: bytes=32 time=100ms TTL=128
berarti komputer anda sudah berhasil terhubung dengan komputer lain di subnet yang sama.
12. Sekarang coba lakukan perintah ping pada router, Klik PC 0, klik command prompt. Lalu ketik ping 192.168.0.1. Jika ada balasan seperti
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=120ms TTL=255
berarti komputer anda sudah berhasil terhubung dengan router.
13. Sekarang coba lakukan perintah ping pada komputer dengan network berbeda, Klik PC 0, klik command prompt. Lalu ketik ping 192.168.0.1. Jika ada balasan seperti
berarti komputer anda sudah berhasil terhubung dengan komputer lain di network yang berbeda.
14. Sekarang semua komputer sudah terhubung dan jaringan WAN berhasil terbentuk
Hasil akhir pembuatan rancangan WAN

AUDIT DAN PEMELIHARAAN JARINGAN

1. Preventing
Preventing dilakukan untuk mencegah terhadap serangan yang membuka jaringan. Tool yang biasa digunakan untuk melakukan preventing ini adalah firewall.
2. Scanning Virus
Untuk menghindari kerusakan sistem yang fatal yang disebabkan oleh virus yang ada, maka perlu diadakan scanning virus dengan menggunakan antivirus. Setiap saat virus akan berkembang sehingga kita perlu mengupdate antivirus yang kita punya.
3. Monitoring
Monitoring dilakukan guna melihat traffic yang terjadi pada jaringan. Dengan monitoring kita bisa mengetahui apakah terjadi traffic yang tidak seperti biasa, karena apabila ada serangan pada sistem maka biasanya traffic akan langsung melonjak tingkat kesibukannya.
4. Detecting
Detecting dilakukan untuk menditeksi apakah usaha ataupun serangan yang bertujuan merusak sistem jaringan. Tool yang bisa digunakan untuk melakukan deteksi ini yaitu IDS.
5. Backup
Mengapa kita perlu mengadakan backup? Apabila sesuatu terjadi error pada sistem kita yang memang sudah fatasl maka kita diwajibkan untuk melakukan configurasi ulang atau restore. Untuk menghindari configurasi ulang yang membutuhkan waktu yang tidak singkat maka diadakan backup secara berkala (rutin). Sehingga apabila terjadi error tadi maka kita hanya perlu me-restore keadaan semula dengan menggunakan backup ta

ANALISIS SISTEM JARINGAN

Analisa keamanan jaringan perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana status keamanan jaringan. Analisa awal terhadap status keamanan jaringan adalah sebagai berikut :
1. Vulnerability
Vulnerability adalah suatu aktivitas menganalisis jaringan untuk mengetahui bagaian dari sistem yang cenderung/sering untuk diserang (kelemahan pada sistem jaringan). Hal ini sangat membantu peningkatan keamanan jaringan dengan mengetahui dan mencatat sistem yang cenderung di serang.
2. Threat
Threat adalah suatu aktivitas menganalisa jaringan dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari kemungkinan acaman atau serangan yang datang dari luar maupun dari dalam yang dapat merusak pertahanan keamanan jaringan, seperti :
  • Destruction, yaitu usaha untuk merusak sistem pada jaringan, seperti trojan horse, logic born, trap door, virus
  • Denial, Upaya untuk melumpuhkan kerja suatu service dalam jaringan
  • Theft, Upaya mencuri informasi-informasi penting dalam jaringan
  • Modification, Upaya untuk merubah data penting dalam jaringan
  • Fraud, Upaya penipuan terhadap suatu sistem informasi seperti carding, pemalsuan data dan lain-lain
3. Impact,
Impact adalah tindakan menganalisis pengaruh-pengaruh apa saja yang diakibatkan oleh serangan yang terjadi dalam jaringan, seperti destruction, denial, dll.
4. Frequency
Yaitu menganalisis dan mencatat tingkat keseringan (terjadinya) suatu serangan dalam jaringan dalam kurun waktu tertentu. Contohnya mencatat frekuensi host dalam jaringan terkena virus/serangan lain.
5. Recommended countermeasures
Setelah menganalisa dan mencatat beberapa obyek, di atas, masalah-masalah yang terjadi dalam jaringan dapat dengan mudah diselesaikan dan langkah-langkah pencegahannya. Kemudian hasilnya akan menjadi suatu pengangan yang berguna untuk peningkatan keamanan jaringan selanjutnya.

IDENTIFIKASI PENGENDALIAN PADA SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Keamanan jaringan adalah proses untuk melindungi sistem dalam jaringan dengan mencegah dan mendeteksi penggunaan yang tidak berhak dalam jaringan.
Untuk mengendalikan keamanan, yang harus diperhatikan adalah  komponen-komponen yang memberikan andil dalam resiko ( risk management ), komponen tersebut adalah :
1. Assets ( Aset )
  • Hardware
  • Software
  • Dokumentasi
  • Data
  • Lingkungan
  • Manusia
2. Threats ( ancaman )
  • Pemakai
  • Teroris
  • Kecelakaan
  • Crackers
  • Penjahat kriminal
  • Intel luar negeri
3. Vulnerabilities ( kelemahan)
  • Software bugs
  • Hardware bugs
  • Radiasi
  • Keteledoran
  • Media penyimpanan
Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan :
  • Usaha untuk mengurangi Threats
  • Usaha untuk mengurangi Vulnerabilities
  • Usaha untuk mengurangi impact
  • Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat ( hostile event )
  • Recover ( pemulihan )


Kejahatan Komputer :
Menurut David Icove, berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
  1. Keamanan yang bersifat fisik ( physical security ), termasuk dalam keamanan ini adalah akses orang ke gedung, peralatan dan media yang digunakan
  2. Keamanan yang berhubungan dengan orang ( personel ), termasuk dalam hal ini adalah identifikasi dan profil resiko orang yang mempunyai akses (pekerja).
  3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi, termasuk dalam kelas ini adalah kelemahan yang digunakan untuk mengelola data. Contoh seorang kriminal menjalankan virus.
  4. Keamanan dalam operasi, yang termasuk dalam kelas ini adalah prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah penyerangan.
Aspek Keamanan :
Keamanan komputer ( computer security ) meliputi 4 aspek pokok :
  1. Privacy / Confidentiality, adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Dalam privacy penekanan lebih pada data data yang sifatnya privat ( contoh ; email ), sedangkan Confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan kepada pihak lain untuk keperluan tertentu.
  2. Integrity, yang dimaksuk integrity adalah bahwa informasi tidak boleh dirubah tanpa seijin pemilik informasi.
  3. Authentication, adalah aspek yang berkaitan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi betul – betul asli, dan orang yang mengakses adalah orang yang berhak. Ada tiga hal yang dapat ditanyakan untuk meyakinkan siapa dia sebenarnya, yaitu :
  • What you have ( kartu ATM )
  • What you know ( PIN / Passward )
  • What you are ( sidik jari )
4. Availability, adalah aspek yang menyakut ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
Selain empat aspek tersebut di atas, ada dua aspek lagi yang dapat mempengaruhi keamanan :
  1. Access Control, adalah aspek yang berhubungan dengan cara pengaturan akses informasi, hal ini biasanya berkaitan dengan klasifikasi data ( public, private, … )
  2. Non-repudiation, adalah aspek yang bertujuan agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi.
Penyeban dan masalah dalam sistem keamanan jaringan.
Ada dua penyebab dan masalah dalam sistem keamanan jaringan:
  1. Serangan yang berasal dari luar,
  • DoS ( Denial of Service ), merupakan serangan yang dilancarkan melalui paket-paket jaringan tertentu, biasanya paket-paket sederhana dengan jumlah yang besar dengan maksud mengacaukan keadaan jaringan
  • IP Spoofing, juga dikenal sebagai Source Address Spoffing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker
  • Malware, serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus
  • FTP Attack, adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuannya adalah untuk mendapatkan command shell, yang akhirnya user tersebut dapat mengambil source di dalam jaringan tanpa adanya otorisasi.
  • Sniffer, Adalah usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jaringan ( dapat berupa password ).
2. Serangan dari dalam
  • Password Attack, usaha penerobosan suatu sistem jaringan dengan cara memperoleh password dari jaringan tersebut.
  • Merusak file server
  • Deface web server,
Kerawanan yang terdapat dalam web server adalah :
-          Buffer overflow, hal ini terjadi karena attacker menambah errors pada port yang digunakan untuk web trafic
-          Httpd,
-          Bypasses,
-          Cross scripting
-          Web kode vulnerabilities
-          URL floods
Sumber lubang keamanan jaringan
Walaupun sebuah sistem jaringan sudah dirancang memiliki perangkat pengamanan, dalam operasi masalah keamanan harus selalu di monitor, hal ini di sebabkan karena :
-          Ditemukannya lubang keamanan
-          Kesalahan konfigurasi
-          Penambahan perangkat baru
Adapun sumber lubang keamanan dapat terjadi karena beberapa hal :
  1. Salah disain
  2. Implementasi yang kurang baik
  3. Salah konfigurasi
  4. Penggunaan program penyerang,
-          Pcapture, berjalan pada sistem operasi Unix
-          Sniffit, berjalan pada sistem operasi Unix
-          Tcpdump, berjalan pada sistem operasi Unix
-          webXRay, berjalan pada sistem operasi windows
ADVERTISEMENT

KOMPUTER TABLET SONY

TOKYO, KOMPAS.com - Komputer tablet pertama produk Sony akan dijual di pasar Jepang pada 17 September 2011 mendatang sebagai upaya menyaingi produk Apple, iPad.
Raksasa elektronik Jepang ini seperti dikutip AFP, menyebutkan, Sony Tablet akan didukung perangkat lunak Google Android, yang memungkinkan pengguna mengunduh konten seperti buku, film, dan permainan.
Sony Tablet seri S dengan layar sentuh 9,4 inci (23,8 cm) diperkirakan dijual dengan harga 45.000 yen atau 580 dollar Amerika Serikat untuk versi kapasitas data 16 GB dan 53.000 yen untuk versi 32 GB.
Produk ini akan tersedia di pasar Amerika Serikat dan Eropa akhir September ini dengan prakiraan harga 499 dollar AS dan 479 Euro untuk versi 16 GB.
Sejak iPad dirilis Apple bulan April 2010, pesaing berlomba-lomba mengeluarkan produk tablet. Sony termasuk produsen yang paling terlambat mengeluarkan produk tablet.
Sony Tablet memiliki akses masuk ke konten online Sony seperti film, musik, buku digital, permainan PlayStation, dan hiburan lainnya.
Sony telah memfokuskan diri mendorong konten seperti permainan dan musik melalui platform perangkat keras termasuk konsol permainan, ponsel cerdas, dan komputer tablet.
Sony juga akan merilis tablet seri P yang memiliki dua layar dengan desain lipat, menggabungkan dua layar 5,5 inci. Tablet seri P ini akan dirilis di Jepang bulan Oktober dan November 2011. Seri ini akan dirilis di Eropa bulan November, dan akhir tahun 2011 di Amerika Serikat.
"Sony ingin menjadi nomor satu dalam pertumbuhan pasar tablet berbasis Android di Jepang pada tahun fiskal 2012 (berakhir Maret 2013)," demikian Corporate Vice President Sony Marketing Inc, Akihiro Matsubara kepada kantor berita Jepang, Kyodo.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MEMILIKI DAMPAK BESAR

AKARTA (Pos Kota) – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak yang sangat besar terhadap sistem pengelolaan dokumentasi dan informasi, demikian disampaikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Hari Bowo, M.Sc., pada acara peresmian Electronic Library Koarmabar, di Gedung Yos Sudarso Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (8/9). Lebih lanjut Pengarmabar Laksamana Muda TNI Hari Bowo, M.Sc., mengatakan pengelolaan dokumentasi informasi merupakan salah satu fungsi perpustakaan yaitu sebagai bank data, melalui penyimpanan buku-buku pustaka sebagai referensi sekaligus sarana rekreasi untuk menambah ilmu pengetahuan.
Sebagai bank data, perpustakaan dituntut mampu untuk memberikan pelayanan terhadap produksi informasi dan pendokumentasian dengan baik, sehingga informasi yang ada dapat diperoleh lebih mudah bagi pihak yang membutuhkan. Oleh karena itu, Mako Koarmabar bekerja sama dengan Pemerintah Australia menerapkan link buku electronic (E-Book).
Selain acara peresmian Electronic Library Koarmabar, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Hari Bowo, M.Sc., juga sekaligus meresmikan pemberian nama Pahlawan Nasional untuk gedung di jajaran Koarmabar sebagai bentuk kehormatan dan penghargaan atas jasa-jasa pahlawan, antara lain meliputi Gedung Malahayati Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA) dan Balai Prajurit R.E. Martadinata Lanal Bangka Belitung, Dermaga Tolop Lanal Batam dan Masjid Bahrul Ullum Pondok Dayung serta penyerahan peralatan barongsai.
Hadir pada acara tersebut Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara, S.Sos, SH, MM., , Danguskamlabar Laksma TNI Desi Albert Mamahit, M.Sc, Danlantamal II Padang Laksma TNI Aswad, SE,MM, Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI Arief Suherman, Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksma TNI Darwanto, M.Ap, Para Komandan Lanal jajaran Koarmabar, Asc. Laut Australia Captain Katja Bijiz, Para Pejabat Teras Koarmabar dan Ketua Lembaga Pengkajian Indonesia Bersatu.